logo Kompas.id
NusantaraKurang Pendampingan, Program...

Kurang Pendampingan, Program Perhutanan Sosial Mangrove di Ogan Komering Ilir Tidak Optimal

Penerapan Program Perhutanan Sosial di kawasan hutan mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, belum optimal. Kawasan hutan masih rusak dan pendapatan masyarakat belum terdongkrak.

Oleh
RHAMA PURNA JATI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/HKWCGW9j-HXc2VRHK4mKGymPdZI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2FWhatsApp-Image-2021-11-04-at-12.34.27-AM_1636021041.jpeg
BPMI SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo meninjau Jubail Mangrove Park, Rabu (3/11/2021). Direktur Utama Jubail Island Investment Company Mounir Haidar (kanan) menjelaskan mengenai taman mangrove tersebut.

PALEMBANG, KOMPAS — Penerapan Program Perhutanan Sosial di kawasan hutan mangrove di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, belum optimal. Kawasan hutan masih rusak dan pendapatan masyarakat belum terdongkrak. Kurangnya pendampingan dan pengawasan menjadi penyebabnya.

Hal ini mengemuka dalam Lokakarya Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu dan Mempromosikan Solusi Iklim Alami yang digelar secara virtual oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Senin (8/11/2021).

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan