logo Kompas.id
NusantaraSurabaya Longgarkan Aktivitas ...

Surabaya Longgarkan Aktivitas Sosial dengan Pengawasan

Penerapan level 1 PPKM di Surabaya, Jawa Timur, berkonsekuensi mengendurkan pembatasan sosial sehingga berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 yang perlu diantisipasi dengan kinerja pengendalian yang prima.

Oleh
AMBROSIUS HARTO, AGNES SWETTA PANDIA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Oz6Gyawg0eirgBCde90PS_QQAFo=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211020bro-taman1_1634708087.jpg
KOMPAS/AMBROSIUS HARTO

Suasana di Taman Bungkul, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/10/2021). Taman Bungkul tidak termasuk dalam delapan taman di ibu kota Jatim ini yang akan dibuka kembali untuk umum mulai Jumat (22/20/2021). Pembukaan taman karena Surabaya berada di level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga aktivitas sosial bisa dilonggarkan.

SURABAYA, KOMPAS — Penerapan level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mendorong Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, kian mengendurkan aktivitas sosial. Namun, pengenduran tetap dengan pengawasan untuk mengantisipasi perburukan situasi pandemi Covid-19 (Coronavirus disease 2019).

Di Jatim ada 5 kota dari 38 kabupaten/kota yang boleh menerapkan level 1 PPKM, yaitu Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kota Pasuruan. Hal itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan ini terbit dan berlaku sejak Senin (18/10/2021).

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan