logo Kompas.id
NusantaraKurangnya Lapangan Kerja Jadi Penyebab Maraknya Penambangan Minyak Ilegal

Kurangnya Lapangan Kerja Jadi Penyebab Maraknya Penambangan Minyak Ilegal

Kemiskinan dan kurangnya lapangan kerja menjadi sebab aktivitas tambang minyak ilegal di Sumsel masih terus berjalan hingga kini.

Oleh RHAMA PURNA JATI
· 1 menit baca
Memuat data...
ADIP UNTUK KOMPAS

Ledakan tambang minyak ilegal di Desa Keban, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (12/10/2021). Dalam satu bulan terakhir sudah terjadi tiga ledakan di kawasan tersebut.

SEKAYU, KOMPAS — Kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan, dan masih luasnya pasar menjadi penyebab aktivitas tambang minyak ilegal masih marak di Jambi dan Sumatera Selatan. Karena itu, perbaikan ekonomi masyarakat menjadi faktor penting agar ledakan sumur di tambang minyak ilegal yang menelan korban tidak lagi terulang.

Hal ini mengemuka dalam diskusi terfokus antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta jajaran pemerintahan dan aparat penegak hukum di Sumsel dan Jambi, Rabu (13/10/2021). Hadir secara virtual Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, Gubernur Sumsel Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, serta sejumlah bupati yang kawasannya rentan terjadi kasus sumur tambang minyak ilegal.

Editor: aufrida wismi
Bagikan
Memuat data..