FotografiFoto CeritaKarsa dari Balik Jeruji...
KOMPAS
Bebas Akses

Karsa dari Balik Jeruji Penjara

Suasana riuh belasan perempuan menyoraki temannya yang bergaya bak model memecah keheningan lembaga pemasayarakatan di Lapas Perempuan Bulu, Kota Semarang.

Oleh
P Raditya Mahendra Yasa
· 2 menit baca

Suasana riuh belasan perempuan menyoraki temannya yang bergaya bak model memecah keheningan lembaga pemasayarakatan di Lapas Perempuan Bulu, Kota Semarang, Kamis (7/10/2021). Pagi itu sebagai sebuah hiburan sesaat di tengah rutinitas para perempuan yang menghabiskan harinya di balik tembok penjara.

Ratna yang bukan nama sebenarnya, salah satu penghuni lapas tampak percaya diri berjalan di tengah aula disaksikan tamu undangan dan puluhan temannya. Hari itu, langkahnya penuh percaya diri setelah beberapa hari berlatih berjalan mengikuti gaya model saat di atas papan landas.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/cZfnaX4AnArfRrY4-k40oab6byw=/1024x689/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN5_1633664663.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Pameran Karya

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ABQWDnCXdKWLJvWDDJIo1ITyerM=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN1_1633664680.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Pintu Gerbang Lapas

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/wgTi-zyRK0_o0-vM4JkypD-bhS8=/1024x692/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN9_1633664634.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Petugas Sipir

Ratna dan beberapa temannya mengenakan pakaian yang mereka rancang sendiri. Kemampuan membuat pola, menjahit sampai menjadi baju didapatkannya selama sebagai penghuni lapas dalam beberapa tahun ini. Beberapa momentum mereka manfaatkan untuk menggelar karya dan salah satu agenda rutinnya adalah fashion show.

Stigma buruk dan mengalami masa kelam yang seakan selalu membayangi, mereka lupakan sementara waktu melalui banyak kegiatan di dalam lapas. Mereka membunuh waktu keseharian saat mendiami ruang penjara dengan banyak aktivitas yang diselenggarakan.

Baca Juga: Generasi Kelima Penarik Eretan

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/UjHYeZ6TqCC3p8pRpI3dbClY2u4=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN10_1633664630.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Penjara dan Taman

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/bmmtYiTaIrunh-RWaE66NBHFvK4=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN4_1633664667.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Fasilitas Lapas

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/DKNHt9-v16_Szlz2lrCXBVQFslE=/1024x696/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN11_1633664623.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Loker Penyimpan

Kesan angker jeruji penjara seolah diredam oleh warna cerah di dinding tembok, taman yang asri, ruang tertata rapi dan beberapa fasilitas hiburan salah satunya layanan video panggil. Selain itu mereka juga diberikan berbagai macam latihan antara lain menjahit, kecantikan hingga mengelola manajemen warung.

Kepala Lapas Perempuan (LPP) Kristiana Hambawati mengatakan setiap kegiatan yang dilakukan melibatkan dan bekerja sama dengan banyak pihak luar. Hal ini, menurut dia, perlu karena sebagai bentuk apresiasi pada para narapidana untuk membangun rasa percaya diri mereka. ”Kalau hanya diapresiasi penguru lapas sudah biasa, berbeda ketika itu datang dari orang luar,” jelasnya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/AIOfrz97AgwaMDY0IHR2FfDnhz8=/1024x648/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN8_1633664638.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Menyaksikan Pentas

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/LdbqHQDq1--GSruL2YC7uSmGTpg=/1024x678/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN12_1633664615.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Hasil Karya Penghuni

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/SzlEri9drGMs_3V_98m1oFp_g_o=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN3_1633664671.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Menyeduh Kopi

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/IvjBj6kfS3AP3al38ljeXngnb90=/1024x643/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN2_1633664675.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Rak Pajangan Kerajinan

Siang itu Lapas Bulu yang sudah berdiri sejak tahun 1894 dengan bangunannya yang sebagian besar masih tampak asli dan terawat penuh canda tawa mengiringi para penghuninya. Mereka sibuk dengan tugas yang telah dipercayakan untuk mengurus bagian dapur, penata rias sampai urusan membuat kopi agar acara berjalan lancar.

Setiap kali keramaian acara yang diselenggarakan seolah melarutkan waktu sebentar dari hitungan hari, bulan, tahun, ketika mereka menunggu dibebaskan...

Baca Juga: Melihat Kampung Sindulang di Manado

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/EU3hg9WhtGCx7lvOnYJ5HzSGIMY=/1024x679/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN7_1633664642.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Dari Balik Jeruji

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/XQaEq12Zv_3H6OoC20O8k05eENA=/1024x695/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211008WEN6_1633664648.jpg
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Menyiapkan Makan Siang

Memuat data...
Memuat data...