logo Kompas.id
NusantaraIndustri Manufaktur Mulai Pulih meski Harga Kontainer Melambung

Industri Manufaktur Mulai Pulih meski Harga Kontainer Melambung

Ocean freight atau tarif pengiriman lewat laut melonjak hingga lebih dari 300 persen sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya, kontainer sulit dicari. Barang-barang yang seharusnya segera diekspor pun menumpuk.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Aktivitas pemuatan kontainer berisi produk pertanian ke kapal pada kegiatan Merdeka Ekspor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/8/2021). Dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dilepas sejumlah produk pertanian, di antaranya sarang burung walet, porang, pala, kopi, edamame, dan kacang hijau, total senilai Rp 400 miliar. Pelabuhan Tanjung Emas menjadi satu dari 17 pintu ekspor secara serentak, dalam rangka Merdeka Ekspor yang secara simbolis dilepas Presiden Joko Widodo.

SEMARANG, KOMPAS — Industri manufaktur di Jawa Tengah mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 sejak 2020. Para pembeli dari luar negeri juga mulai kembali. Namun, di saat bersamaan ocean freight atau tarif pengiriman lewat laut melambung tak terkendali.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jateng, Frans Kongi, Jumat (1/10/2021), mengatakan, kinerja industri manufaktur memang belum seperti 2019. Namun, setidaknya saat ini sudah jauh lebih baik. Pasar ekspor membaik.

Editor:
agnespandia
Bagikan