logo Kompas.id
NusantaraTarif Pungutan Ikan Meroket, Nelayan Tegal Kirim Surat Penolakan

Tarif Pungutan Ikan Meroket, Nelayan Tegal Kirim Surat Penolakan

Kenaikan tarif pungutan hasil perikanan hingga empat kali lipat dinilai memberatkan nelayan. Di Kota Tegal, Jawa Tengah, para nelayan mengirim surat penolakan kepada Presiden terkait kenaikan tarif tersebut.

Oleh KRISTI UTAMI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI

Para buruh menata ikan yang diturunkan dari kapal di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (14/8/2021) pagi. Setiap hari, paling tidak ada 30 kapal ikan berukuran di atas 30 gros ton yang bersadar dan membongkar muatan di pelabuhan tersebut. Masing-masing membawa hingga 40 ton ikan berbagai jenis.

TEGAL, KOMPAS — Ratusan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kota Tegal, Jawa Tengah, menolak kenaikan tarif pungutan hasil perikanan yang mencapai empat kali lipat dari tarif sebelumnya. Para nelayan akan berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), komponen penetapan tarif pungutan hasil perikanan (PHP) per gros ton (GT) kapal dihitung berdasarkan produktivitas kapal, harga patokan ikan, dan ukuran kapal. Tarif ini berlaku untuk kategori kapal penangkap ikan berukuran di atas 5 GT hingga 60 GT.

Editor: Gregorius Magnus Finesso
Bagikan
Memuat data..