logo Kompas.id
NusantaraPidana Menanti Pengunggah Konten Pornografi di Bali

Pidana Menanti Pengunggah Konten Pornografi di Bali

Polresta Denpasar, Bali, mengungkap kasus pembuatan, penyebarluasan, atau penyiaran konten pornografi melalui media sosial. Pembuatan dan penyebarluasan konten pornografi diancam sanksi pidana penjara.

Oleh
COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 1 menit baca

Polresta Denpasar, Bali, mengungkap sebuah kasus asusila melalui media sosial dengan seorang perempuan sebagai tersangka. Tersangka RR (32) dijerat dengan Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi dan UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia terancam hukuman pidana paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun penjara.

Memuat data...
ISTIMEWA/HUMAS POLRESTA DENPASAR

Polresta Denpasar, Bali, mengungkap kasus penyebaran pornografi di media sosial. Dokumentasi Humas Polresta Denpasar terkait jumpa pers, Senin (20/9/2021). Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Jansen Avitus Panjaitan (tengah) didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar Komisaris Mikael Hutabarat (kanan) mengangkat barang bukti terkait kasus pornografi tersebut.

Dalam jumpa pers di Markas Polresta Denpasar, Kota Denpasar, Senin (20/9/2021), polisi menghadirkan tersangka RR. Sejumlah barang bukti turut ditunjukkan, antara lain, kursi warna merah muda, bantal merah muda, satu set pakaian dalam warna merah, tiga buah kartu ATM, dan dua buah telepon seluler jenis Iphone, serta satu set lampu bundar warna merah muda.

Editor:
wahyuharyo
Bagikan