logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊMengantar Hasil Keringat...
Iklan

Mengantar Hasil Keringat Petani Bali ke Luar Negeri

Menggenjot ekspor produk Bali ke luar negeri, bagi Bali, menjadi upaya untuk menggerakkan ekonomi daerah yang pertumbuhannya sedang mengalami kontraksi lantaran terdampak pandemi Covid-19.

Oleh
COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/72SRt1xyD9EEQtByGq5jqtft5ws=/1024x556/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F20210323cokd-simakrama-bea-cukai-denpasar_1616497607.jpg
ISTIMEWA/KPPBC DENPASAR

Produk pertanian berupa biji kakao fermentasi hasil produksi petani anggota Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS), Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Senin (19/10/2020), siap diekspor ke Belanda melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Sepekan terakhir, Kamis (26/8/2021) dan Rabu (1/9/2021), sekitar tiga ton biji kakao fermentasi dari Bali dikirim ke luar negeri. Sebanyak satu ton kakao fermentasi itu diekspor ke Belgia pada Kamis (26/8), sedangkan Rabu (1/9) dikirim sekitar dua ton kakao fermentasi ke Jepang.

Ekspor kakao yang sudah difermentasi itu mendapat pengawasan pihak Karantina Pertanian Denpasar ataupun Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali. Pengiriman kakao asal Bali untuk tujuan ekspor di masa pandemi Covid-19, menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar I Putu Terunanegara, jelas hal yang menggembirakan. Apalagi kakao yang diekspor itu dinilai memiliki nilai lebih karena sudah melalui proses pengolahan pascapanen.

Editor:
gesitariyanto
Bagikan