logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊKasus Tenaga Kerja Ilegal...
Iklan

Kasus Tenaga Kerja Ilegal Tinggi, Sekolah PMI Didirikan di NTT

Sekolah Pekerja Migran Indonesia diresmikan di Desa Nunleu, Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan, NTT. Kehadiran sekolah ini untuk memberikan pemahaman kepada warga terhadap bahaya merantau secara ilegal.

Oleh
KORNELIS KEWA AMA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/nueXWLaUpuLbRpYygfac658E9Cs=/1024x575/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F08%2F59429a17-5f0b-47b3-934a-8b6ef213041b_jpg.jpg
SERVULUS BOBO RITI

Sekolah Pekerja Migran Indonesia, yang pertama di Indonesia, diresmikan di Desa Nunleu, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Senin (30/8/2021).

SOE, KOMPAS β€” Sekolah Pekerja Migran Indonesia diresmikan di Desa Nunleu,  Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Senin (30/8/2021). Kehadiran sekolah ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada warga terhadap bahaya merantau ke negeri orang secara ilegal.

Direktur Sistem dan Strategis Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik di Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Servulus Bobo Riti mengatakan, sekolah ini merupakan instrumen informal bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI). Ada 10 eks pekerja migran Indonesia yang akan menopang keberadaan sekolah ini.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan