logo Kompas.id
NusantaraPembayaran Angkutan Umum di Surakarta Didorong Terintegrasi

Pembayaran Angkutan Umum di Surakarta Didorong Terintegrasi

Kehadiran KRL di Yogyakarta dan Kota Surakarta banyak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Integrasi antarmoda juga sudah dilakukan. Pembayaran terintegrasi antarmoda perlu didorong agar layanan kian optimal.

Oleh NINO CITRA ANUGRAHANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/NINO CITRA ANUGRAHANTO

Komunitas pencinta kereta api dilibatkan dalam uji coba operasional KRL perjalanan dari Stasiun Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DIY, menuju ke Stasiun Solo Balapan di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2021).

SURAKARTA, KOMPAS — Kehadiran kereta rel listrik di wilayah Yogyakarta dan Kota Surakarta banyak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Pembayaran terintegrasi antarmoda utamanya dengan bus umum diharapkan dapat semakin mengoptimalkan layanan transportasi publik itu.

Kereta rel listrik atau KRL mulai beroperasi di wilayah Yogyakarta dan Kota Surakarta sejak Februari 2021. Manajemen moda transportasi tersebut berada di bawah naungan PT Kereta Commuter Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia. Sebelumnya, masyarakat pelaju yang tinggal di kedua daerah tersebut dilayani dengan Kereta Api Prambanan Ekspreks (KA Prameks), yang beroperasi sejak 1994.

Editor: aufrida wismi
Bagikan