logo Kompas.id
NusantaraTNI Mulai Terlibat Garap Program ”Food Estate” di Sumsel

TNI Mulai Terlibat Garap Program ”Food Estate” di Sumsel

Optimasi dan intensifikasi lahan mulai diterapkan di beberapa daerah di Sumatera Selatan. Dengan menghabiskan dana Rp 306 miliar, produktivitas lahan seluas 75.619 hektar dapat lebih optimal.

Oleh RHAMA PURNA JATI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Seorang petani memanen padi di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2020). Potensi produksi beras di Sumsel diprediksi meningkat hingga akhir tahun 2020. Hal ini dikarenakan adanya ekstensifikasi lahan pertanian dengan memafaatkan lahan rawa lebak.

PALEMBANG, KOMPAS — Anggota TNI mulai dilibatkan dalam optimasi dan intensifikasi lahan pertanian di Sumatera Selatan. Strategi ini diyakini mampu membuat pengelolaan pertanian lebih efektif. Apalagi, Sumsel memiliki ambisi untuk meningkatkan produktivitas lahan agar dapat bertengger sebagai daerah penghasil gabah terbesar nomor tiga secara nasional.

Pelibatan anggota TNI itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman pekerjaan konstruksi, pekerjaan optimasi lahan, dan olah tanah intensifikasi tahun anggaran 2021 antara Pemerintah Sumatera Selatan dan TNI, Kamis (15/7/2021), di Palembang. Dengan penandatanganan itu, TNI bisa berperan dalam pengembangan lahan pertanian di Sumsel.

Editor: Aufrida Wismi Warastri
Bagikan
Memuat data..