logo Kompas.id
NusantaraPolri Serius Usut Dugaan Penimbunan Obat dan Oksigen Pasien Covid-19

Polri Serius Usut Dugaan Penimbunan Obat dan Oksigen Pasien Covid-19

Dalam lima hari PPKM darurat, kepolisian menyelidiki 208 kasus di semua wilayah polda di Jawa-Bali dan daerah-daerah lain yang menerapkan PPKM mikro. Kasus penimbunan obat dan oksigen paling banyak ditemukan.

Oleh
Kurnia Yunita Rahayu
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Pedagang obat melayani pembeli di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). Saat ini sejumlah obat yang berkhasiat membantu penyembuhan pasien Covid-19 tidak lagi tersedia di Pasar Pramuka. Obat seperti vermectin, favipiravir, remdesivir, dan oseltamivir telah habis sejak beberapa minggu lalu seiring dengan tingginya permintaan masyarakat di tengah ledakan kasus Covid-19. Masyarakat berharap pemerintah bisa mengawal dan mengawasi dengan ketat pendistribusian obat-obatan yang digunakan untuk perawatan pasien Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS — Memasuki hari keenam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggencarkan penyelidikan guna memastikan ketersediaan obat dan oksigen untuk pasien Covid-19. Tindak tegas pada pelanggaran aturan PPKM darurat juga terus dilakukan, baik dengan hukum pidana maupun prinsip keadilan restoratif.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menjelaskan, dalam lima hari pemberlakuan PPKM darurat selama  3-7 Juli 2021, Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Aman Nusa II telah menyelidiki 208 kasus di semua wilayah kepolisian daerah. Tidak hanya di Jawa dan Bali yang tengah menyelenggarakan PPKM darurat, penyelidikan juga dilakukan di daerah-daerah yang menyelenggarakan PPKM mikro.

Editor:
Madina Nusrat
Bagikan