logo Kompas.id
NusantaraPengelolaan Sampah Makanan...
Iklan

Pengelolaan Sampah Makanan Mulai Diajarkan di Bangku Kuliah

Setiap tahun, puluhan juta ton sisa makanan menjadi sampah di Indonesia. Perguruan tinggi memasukkan materi manajemen pengolahan sampah ke dalam kurikulum perkuliahan untuk menyosialisasikan pengurangan sampah makanan.

Oleh
DAHLIA IRAWATI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/vchOTF5vLOPMOndUA3wxoN9K_8M=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F03%2F20190316H13_URBAN2_OK_web_1552658377.jpg
KOMPAS/AMBROSIUS HARTO (BRO) 04-03-2019

Mahasiswa yang menjadi volunter Garda Pangan, organisasi wirausaha sosial, menyalurkan pastri yang merupakan produk berlebih patiseri yang masih aman dan amat layak dikonsumsi kepada anak-anak di Taman Bacaan Masyarakat Anggrek Bulan di Keputih Tegal Timur Baru, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Anak-anak itu berasal dari keluarga miskin, yatim, piatu, tidak berdaya, dan atau jarang tersentuh bantuan meski membutuhkan.

MALANG, KOMPAS — Perguruan tinggi segera memasukkan materi pengelolaan sampah makanan sebagai bagian dari kurikulum perkuliahan. Hal itu diharapkan mampu mengurangi pembuangan sampah makanan di Indonesia yang jumlahnya mencapai puluhan juta ton per tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama sejumlah lembaga, diketahui bahwa Indonesia membuang sampah makanan 23 juta-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019. Timbunan sampah makanan atau food loss dan waste tersebut setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun.

Editor:
Gregorius Magnus Finesso
Bagikan