logo Kompas.id
NusantaraGerakan Indonesia Raya Bergema di DIY Menuai Pro Kontra

Gerakan Indonesia Raya Bergema di DIY Menuai Pro Kontra

Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan Gerakan Indonesia Raya Bergema yang mengajak memperdengarkan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” di ruang publik setiap hari. Namun, gerakan itu memunculkan pro dan kontra.

Oleh HARIS FIRDAUS
· 1 menit baca
Memuat data...
ARSIP HUMAS PEMDA DIY

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X berpidato dalam acara pencanangan Gerakan Indonesia Raya Bergema, Kamis (20/5/2021), di kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta. Gerakan Indonesia Raya Bergema mengajak berbagai pihak untuk memperdengarkan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” di ruang publik setiap hari.

YOGYAKARTA, KOMPAS — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mencanangkan Gerakan Indonesia Raya Bergema yang mengajak berbagai pihak untuk memperdengarkan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” di ruang publik setiap hari. Namun, gerakan itu memunculkan pro dan kontra karena sebagian pihak khawatir memperdengarkan ”Indonesia Raya” setiap hari di ruang publik justru akan mengurangi kehormatan lagu tersebut.

Pencanangan Gerakan Indonesia Raya Bergema dilakukan Sultan HB X pada Kamis (20/5/2021) atau bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Acara pencanangan itu disiarkan secara daring dari beberapa lokasi, yakni kantor Gubernur DIY, Keraton Yogyakarta, Kadipaten Pakualaman, Pasar Beringharjo, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan SMA Negeri 1 Pakem, Kabupaten Sleman, DIY.

Editor: Siwi Yunita
Bagikan
Memuat data..