logo Kompas.id
NusantaraPanen Raya Usai, Harga Gabah...

Panen Raya Usai, Harga Gabah Belum Stabil di Indramayu

Meskipun panen raya telah usai dan pemerintah menunda impor beras, harga gabah di tingkat petani Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, belum stabil. Hasil panen petani masih ditawar di bawah HPP, Rp 4.200 per kg GKP.

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ImeP0MlUZ0dKxPPAivB-Ggmf7ZM=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F02%2Fkompas_tark_27996207_49_2.jpeg
Kompas/Abdullah Fikri Ashri

Petani menyiram obat pada tanaman padi di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (5/1). Petani di lumbung padi tersebut mengeluhkan suitnya mendapatkan pupuk bersubsidi Sp 36 dan Phonska. Padahal, mereka membutuhkan pupuk tersebut dalam masa tanam rendeng.

INDRAMAYU, KOMPAS — Harga gabah di tingkat petani di sentra padi Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, belum stabil meski panen raya telah usai. Produksi melimpah dan penyerapan yang belum optimal diduga memicu belum stabilnya harga gabah.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Indramayu Sutatang mengatakan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Indramayu berkisar Rp 4.000-Rp 4.200 per kilogram. Artinya, hasil panen petani masih ditawar di bawah harga pembelian pemerintah (HPP), Rp 4.200 per kg untuk GKP.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan