logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊKesangsian Wisatawan terhadap ...
Iklan

Kesangsian Wisatawan terhadap Penerapan Protokol Kesehatan

Pandemi belum berakhir, tetapi pemerintah dan para pegiat pariwisata ingin dunia pelesir Sulut tetap hidup. Protokol kesehatan adalah jalan tengahnya. Namun, pelancong tetap sangsi.

Oleh
KRISTIAN OKA PRASETYADI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/YXFp4HBQ9ujDEVlSm_OLjBrY1wM=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F4e16781d-d1c3-4327-ac84-de97917c90f5_JPG.jpg
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Wisatawan berenang bersama beragam ikan di perairan Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (27/3/2021).

Brigita (22) memandangi kacamata dan pipa snorkel merah muda itu penuh ragu. Ia tak yakin perlengkapan selam permukaan yang disewa dari sebuah kios berbentuk gubuk di Pulau Bunaken itu sudah disterilkan, setelah dipakai penyewa sebelumnya. Sayangnya, ia memang tidak punya pilihan.

Si bapak pengelola kios memilih kacamata dan pipa itu secara acak, lalu langsung menyodorkannya kepada Brigita. Hal itu di luar ekspektasinya. Di masa pandemi Covid-19, mahasiswa profesi kedokteran gigi itu berharap petugas persewaan serupa mendisinfeksi peralatannya di depan pelanggan demi memberi rasa aman.

Editor:
Mohamad Final Daeng
Bagikan