logo Kompas.id
NusantaraSedimentasi dan Pelanggaran Tata Ruang Rusak Teluk Kendari

Sedimentasi dan Pelanggaran Tata Ruang Rusak Teluk Kendari

Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara semakin kritis. Cepat atau lambat, kehidupan manusia di sekitarnya bakal terpengaruh akibat kerusakan lingkungan di sana.

Oleh saiful rijal yunus
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Sejumlah papan nama yang mengklaim hak milik terlihat di kawasan mangrove Teluk Kendari pada Jumat (26/3/2021) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sedimentasi dan reklamasi selama beberapa dekade terakhir membuat wilayah teluk seluas 900 hektar ini kritis. Mangrove di kawasan ini berkurang setengah sejak 1990-an.

KENDARI, KOMPAS — Sedimentasi masif serta pelanggaran tata ruang membuat kondisi Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara semakin kritis. Permasalahan ini harus diselesaikan agar fungsi konservasi teluk berjalan ideal sehingga mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan. 

Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Muhammad Rajab Jinik menyampaikan, kondisi Teluk Kendari yang kian kritis harus segera diatasi. Selain persoalan sedimentasi, pelanggaran tata ruang juga mendesak dituntaskan.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan
Memuat data..