logo Kompas.id
NusantaraGempa yang Menyatukan Cinta dan Kepedulian

Gempa yang Menyatukan Cinta dan Kepedulian

Gempa boleh meluluhlantakkan bangunan dan mencabik-cabik perasaan. Namun, ia tak pernah bisa mengubur rasa cinta dan kepedulian di antara kita, sesama anak manusia. Solidaritas tak pernah mati meski dibelit pandemi.

Oleh DAHLIA IRAWATI
· 1 menit baca

Bukan cinta namanya kalau hanya berdiam diri saja seperti padang pasir, atau menjelajahi dunia seperti angin. Bukan pula cinta namanya kalau hanya memandang segala sesuatu dari kejauhan. (Paulo Coelho)

Sabtu (10/04/2021), sekitar pukul 14.00, saat orang sibuk beraktivitas, tiba-tiba bumi berguncang. Tembok-tembok bergoyang bak ayunan, tanah bergelombang bak kain dikibaskan. Bangunan luluh lantak, orang-orang semburat ketakutan, dan beberapa di antaranya harus menyerahkan hidup kepada Sang Penguasa Alam karena tak mampu bertahan.

Sukacita menikmati siang yang cerah berganti dengan duka. Rumah yang sudah dibangun dengan tabungan selama bertahun-tahun remuk tak bersisa.

Editor: Siwi Yunita
Bagikan
Memuat data..