logo Kompas.id
NusantaraDi Tengah Pandemi, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Di Tengah Pandemi, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Berbagai tantangan menyelimuti rencana pemerintah memindahkan ibu kota di tengah pandemi. Pemulihan kesehatan, ekonomi, dan meningkatkan kualitas SDM dinilai lebih penting.

Oleh SUCIPTO
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Foto udara kawasan hutan tanaman industri PT ITCI Hutani Manunggal yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (11/3/2021). Kawasan tersebut menjadi calon lokasi ibu kota baru negara. Jalan negara yang menjadi akses utamanya kini telah mulus.

BALIKPAPAN, KOMPAS — Pemerintah diminta memprioritaskan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ketimbang terburu-buru memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Masih ada sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan di sekitar lokasi calon ibu kota negara.

Hal itu disampaikan pendiri Yayasan Keanekaragaman Hayati sekaligus anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Emil Salim, dalam sesi tanya jawab kuliah umum bertajuk ”Potensi dan Keberlanjutan Negara di Kalimantan Timur” yang diselenggarakan Humas Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Rabu (7/4/2021). Kuliah umum tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Memuat data..