logo Kompas.id
NusantaraLukman dan YSF, Sejoli yang Bikin Pak RW Kecolongan

Lukman dan YSF, Sejoli yang Bikin Pak RW Kecolongan

Hamka bersumpah tak ingin kecolongan lagi. Ia ingin memutus mata rantai radikalisme dan terorisme di antara warganya. Lukman dan YSF harus jadi yang terakhir.

Oleh KRISTIAN OKA PRASETYADI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Suasana sekitar tempat tinggal Lukman dan YSF di Jalan Tinumbu I Lorong 132, Kelurahan Bungaejaya, Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/4/2021) siang. Dua pelaku bom bunuh diri di Katedral Hati Yesus yang Mahakudus Makassar itu tak sempat dicurigai warga karena gerak-geriknya yang sangat normal.

Hamka kapok bicara dengan wartawan. Ketua Rukun Warga 001 Kelurahan Bungaejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, itu merasa banyak kata-katanya yang disalahartikan, tetapi sudah telanjur terbit di artikel-artikel daring. ”Kalau tuli, lebih baik jangan jadi wartawan,” katanya sarkastik, Sabtu (3/4/2021).

Sepekan lalu, dua warga Hamka di Jalan Tinumbu I Lorong 132, L alias Lukman (25) dan YSF, menghebohkan kampung karena menjadi pelaku bom bunuh diri di Katedral Hati Yesus yang Mahakudus Makassar pada Minggu Palma (28/3/2021) lalu. Pascaserangan, banyak wartawan meminta keterangan kepada Hamka soal pasangan itu.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohamad Final Daeng
Memuat data..