logo Kompas.id
NusantaraDolken, Berjuang dengan Porang

Dolken, Berjuang dengan Porang

Meski bergelar magister ilmu hukum perdata, jalan kehidupan mengarahkan Dolken menjadi petani porang. Ia menemukan berbagai metode baru budi daya umbi-umbian bernilai tinggi tersebut.

Oleh SAIFUL RIJAL YUNUS
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Dolken (41) petani porang di Kendari, Sulawesi Tenggara, ditemui di lahan tempatnya menanam, Selasa (23/3/2021)

Serupa peneliti yang tuntas dengan bidang risetnya, Dolken (41) fasih bercerita detail terkait tanaman porang dari hulu ke hilir. Tak hanya sekedar teori, magister hukum yang tidak mempunyai latar belakang bertani ini “merekayasa” pola tanam, hingga waktu mati suri tanaman porang secara otodidak. Ilmu per-porang-an yang ia miliki turut disebarkan ke banyak orang.

Di sore yang mulai bergemuruh, Senin (22/3/2021), Dolken berjalan di sela tanaman porang di halaman belakang rumahnya. Lahan seluas delapan are di Hombis, Wuawua, Kendari, Sulawesi Tenggara, tersebut telah diolah, dan sebagian besar telah tertanami porang (Amorphopallus muelleri). Beberapa bagian disiapkan kosong untuk persiapan menanam di setiap bulannya.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Dahono Fitrianto
Memuat data..