logo Kompas.id
NusantaraLindungi Jahe Lokal, Ratusan Ton Jahe Impor Kembali Dimusnahkan

Lindungi Jahe Lokal, Ratusan Ton Jahe Impor Kembali Dimusnahkan

Sebanyak 287,7 ton jahe impor berpenyakit kembali dimusnahkan demi melindungi produktivitas jahe lokal yang nilainya Rp 3,4 triliun per tahun. Produksi jahe lokal harus digenjot karena pangsa pasarnya besar dan terbuka.

Oleh
RUNIK SRI ASTUTI
· 1 menit baca
Memuat data...
KARANTINA PERTANIAN SURABAYA

Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menunjukkan 287,7 ton jahe impor berpenyakit di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (26/3/2021).

MOJOKERTO, KOMPAS — Jahe impor yang berpotensi membawa hama dan penyakit pada tumbuhan kembali dimusnahkan. Hal itu untuk menjaga produktivitas jahe lokal yang nilainya Rp 3,4 triliun per tahun dan melindungi kelestarian sumber daya pertanian lainnya. Momentum ini hendaknya dijadikan titik tolak menggenjot produksi jahe petani karena pangsa pasarnya sangat besar.

Volume jahe (Zingiber officianale var. roscoe) impor yang dimusnahkan kali ini sebanyak 287,7 ton. Pemusnahan jahe asal India dan Myanmar yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, itu dilakukan dengan cara dibakar. Pembakaran tersebut menggunakan fasilitas insinerator milik PT Hijau Alam Nusantara, di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (26/3/2021).

Editor:
Mohamad Final Daeng
Bagikan