logo Kompas.id
NusantaraBekerja ke Malaysia karena Persoalan Ekonomi hingga Iming-iming Gaji Tinggi

Bekerja ke Malaysia karena Persoalan Ekonomi hingga Iming-iming Gaji Tinggi

Kondisi ekonomi tak memadai membuat para pekerja migran Indonesia nekat bekerja ke Malaysia. Ditambah lagi, rayuan agen akan iming-iming gaji tinggi. Sesampai di sana, mereka justru mengalami pelecehan, bahkan disekap.

Oleh EMANUEL EDI SAPUTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
BP3TKI PONTIANAK

Pemulangan pekerja migran Indonesia dari Malaysia melalui pos lintas batas negara di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (11/5/2020).

Kondisi ekonomi tidak memadai membuat para pekerja migran Indonesia nekat bekerja ke Malaysia. Ditambah lagi, rayuan agen akan iming-iming gaji tinggi. Sesampai di sana, mereka justru mengalami pelecehan, gaji tidak dibayar sesuai harapan, bahkan ada yang pernah disekap.

Sulis Suwati (38), mantan pekerja migran Indonesia (PMI) dari salah satu daerah di Kalimantan Barat, pernah bekerja ke Malaysia pertengahan tahun 2000. Awalnya ia tidak berminat bekerja ke Malaysia. Namun, iming-iming gaji tinggi dari agen membuatnya berangkat. Bahkan, agen perekrut datang ke rumah menawarkan lowongan kerja di Malaysia.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Hamzirwan Hamid
Bagikan
Memuat data..