logo Kompas.id
NusantaraSuburkan Saling Mengikat,...

Suburkan Saling Mengikat, Bukan Saling Menghambat

Saling berbagi saat pandemi terbukti menjadi energi di desa-desa di Jawa Barat. Tidak ingin sejahtera sendiri, beragam ilmu disebarkan tanpa biaya pada semua orang yang ingin belajar.

Oleh
Machradin Wahyudi Ritonga/Melati Mewangi/Abdullah Fikri Ashri
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/ncsdDaWa0E_TXbxBcUOb27DCkwo=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2F7f22ce0e-5f82-4d54-8076-22bdbfed4081_jpg.jpg
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Warga mengecek sayuran yang ditanam dalam polybag di halaman Posyandu Desa Sukaimut, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (25/2/2021). Sayuran itu tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga dijual dan jadi hidangan saat makan bersama warga.

Kreativitas dan semangat berbagi masyarakat desa di Jawa Barat tidak luntur meski Covid-19 menjerat setahun terakhir. Mereka bangkitkan lagi kearifan yang lama terlupakan, saling berbagi, demi tetap kuat pada era pandemi.

Miniatul Muzdalifah (30) kini tidak perlu lagi pergi ke warung membeli sayuran atau obat. Ia cukup datang ke Posyandu Desa Sukaimut, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan. Di sana, terhampar aneka sayuran dalam polybag, seperti cabai, tomat, sawi, kangkung, dan selada bokor.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan