logo Kompas.id
Nusantara”Pentungan” dan ”Wortel” yang ...

”Pentungan” dan ”Wortel” yang Membuat Kami Sukses Berubah

Adaptasi normal baru belum sepenuhnya terwujud. Namun, ada contoh-contoh keberhasilan upaya kelompok warga yang menjunjung tinggi kemauan untuk menjalani proses belajar dan berubah demi meraih hasil memuaskan.

Oleh
Vina Oktavia/Nikson Sinaga/Regina Rukmorini/Machradin Wahyudi Ritonga/Melati Mewangi/Abdullah Fikri Ashri
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/R7EaE4lVxO9fQZmrZofT8r0gwIQ=/1024x655/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F08%2F2019%2F08%2F8f%2Fcf6%2FDSC05821JPG%2FDSC05821.jpg
KOMPAS/VINA OKTAVIA

Aktivitas pelelangan ikan di Pasar Gudang Lelang, Bandar Lampung, Sabtu (3/8/2019). Pascagempa, nelayan dan warga di Pesisir Teluk Lampung kembali beraktivitas secara normal.

Setahun terakhir, adaptasi demi menghindari paparan virus korona baru dan dampak multidimensinya masih berjalan separuh hati. Perlu ada pengungkit, pendorong, pengikat, dan target yang menyentuh jantung kehidupan warga untuk dapat membuat perubahan perilaku massal terwujud.

Di Pasar Gudang Lelang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, Kamis (25/2/2021), sebagian pedagang ikan memilih melepas sekat yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat. Pedagang banyak yang tidak memakai masker. Perasaan mati rasa terhadap ancaman virus korona baru (SARS-CoV-2) juga tecermin dari situasi di sebagian besar pasar tradisional di Bandar Lampung.

Editor:
nelitriana
Bagikan