logo Kompas.id
NusantaraPenyebab Banjir di Pantura Jabar Bukan Hanya Hujan

Penyebab Banjir di Pantura Jabar Bukan Hanya Hujan

Banjir di daerah pantai utara Jawa Barat bukan hanya karena tingginya curah hujan, melainkan juga perubahan tata guna lahan hingga galian pasir. Pemprov Jabar berjanji menangani banjir dari hulu ke hilir.

Oleh ABDULLAH FIKRI ASHRI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Foto udara jalan desa yang terendam banjir dan tak bisa dilalui di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). Selain curah hujan yang tinggi, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang merendam areal persawahan sejak Minggu (7/2/2021) tersebut mengakibatkan tanaman padi siap panen sebagian besar rusak dan terancam gagal panen. 

CIREBON, KOMPAS — Banjir di daerah pantai utara Jawa Barat bukan sekadar dipicu tingginya curah hujan. Perubahan tata guna lahan hingga praktik galian pasir ikut memengaruhinya.

”Adanya bencana (banjir) ini tidak tiba-tiba, tetapi berawal dari kegiatan masyarakat yang dibiarkan. Padahal, lama-kelamaan ini mengakibatkan bencana,” kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bersama Banjir Sungai Cimanuk via daring, Selasa (16/2/2021).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan
Memuat data..