logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊMengecap Lezatnya Akulturasi...
Iklan

Mengecap Lezatnya Akulturasi Pempek Palembang

Pempek, makanan khas Palembang merupakan hasil dari akulturasi beragam budaya. Panganan berbahan utama ikan dan sagu ini diduga telah ada sejak Kedatuan Sriwijaya ada di Palembang sekitar abad ke VII masehi.

Oleh
RHAMA PURNA JATI
Β· 1 menit baca

Dalam sepiring pempek, aneka budaya tersaji. Panganan berbahan utama ikan dan sagu ini ditengarai telah ada di Palembang sejak Kedatuan Sriwijaya sekitar abad ke VII Masehi. Namanya terkenal karena pedangang Tionghoa bernama Apek, seratus tahun lalu, mengkomodifikasikannya. Kini pempek menjadi makanan wajib setiap hari raya.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/3w49m1upoTSdOR8aQ7cr9TCbG00=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2F20210211RAM-Pempek-Kapal-Selam_1613040408.jpg
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Pempek Kapal Selem yang menjadi salah satu hidangan di warung Pempek 311 yang terletak di Kawasan 10 Ulu, Palembang, Kamis (11/2/2021). Pempek merupakan hasil akulturasi antara beragam budaya. Bahkan proses akulturasi sudah terjadi sejak masa Kedatuan Sriwijaya.

Tangan Happy (32) tampak cekatan mengolah adonan pempek berbahan campuran sagu, garam, air, gula, dan ikan gabus di warungnya, Kamis (11/2/2021).  Warung yang diberi nama Pempek 311 itu terletak di Kawasan 10 Ulu, Palembang, di samping Kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiang).

Editor:
aufrida wismi
Bagikan