logo Kompas.id
NusantaraMemenangi Perang di Jalur Penyelundupan Pesisir Jambi

Memenangi Perang di Jalur Penyelundupan Pesisir Jambi

Maraknya penyelundupan di pesisir timur Jambi takkan mampu dihentikan sendirian oleh aparat penegak hukum. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat dibangun untuk memerangi praktik-praktik ilegal tersebut.

Oleh IRMA TAMBUNAN
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Suasana rumah penduduk di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (17/5/2019), yang berbatasan langsung dengan anak sungai atau parit. Sejumlah parit di aliran sungai-sungai besar di Jambi kerap dimanfaatkan menjadi jalur penyelundupan benur lobster dari Jambi menuju Singapura lalu ke Vietnam.

Puluhan tahun lamanya, pesisir Timur Jambi terstigma sebagai jalur penyelundupan. Dermaga tikus dan anak-anak sungai menyebar sekeliling desa. Menjadi incaran pelaku kejahatan meloloskan dagangan ilegal.

Sebenarnya, sudah lama masyarakat resah. Terkhusus di Desa Kuala Indah, Kecamatan Betara, yang merupakan pintu masuk dan keluar. ”Desa kami ini yang paling rawan, sampai-sampai disebut seperti jalan tolnya penyelundupan,” kata Raden Heryanto, warga Desa Kuala Indah, Senin (25/1/2021).

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aufrida Wismi Warastri
Memuat data..