logo Kompas.id
NusantaraTata Ruang dan Wilayah di Kalsel Kelebihan Beban Perizinan

Tata Ruang dan Wilayah di Kalsel Kelebihan Beban Perizinan

Pemerintah diminta menghentikan penambahan alih fungsi lahan dan berkomitmen menjaga lingkungan agar bencana alam tidak terulang. Potret suram kerusakan alam di Kalimantan Selatan perlu menjadi pelajaran beharga.

Oleh DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
· 1 menit baca

BANJARBARU, KOMPAS — Banyak wilayah di Kalimantan Selatan kelebihan beban investasi. Hal itu akan berdampak buruk pada daya tahan dan daya dukung alam. Untuk itu, bencana banjir perlu dijadikan momen untuk mengevaluasi lagi perizinan industri ekstraktif, khususnya di wilayah Pegunungan Meratus. Perencanaan tata wilayah pun menjadi pertaruhan.

Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun ini dinilai merupakan bencana alam terbesar di Kalsel. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel menunjukkan,  banjir merendam setidaknya 122.166 rumah di 11 kabupaten/kota, 179.035 keluarga (mencapai 712.129 jiwa). Total pengungsi selama banjir terjadi mencapai 113.420 orang.

Pemerintah menilai, banjir terjadi karena cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi membuat sungai-sungai di Kalsel meluap hingga menggenangi banyak wilayah di Kalsel.

Editor: Siwi Yunita
Bagikan
Memuat data..