logo Kompas.id
NusantaraBupati Minta Kebocoran Gas Beracun PLTP Sorik Marapi Diusut Tuntas

Bupati Minta Kebocoran Gas Beracun PLTP Sorik Marapi Diusut Tuntas

Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta agar penyelidikan tentang bocornya gas beracun di PLTP Sorik Marapi yang membuat lima warga meninggal dan puluhan dirawat diusut tuntas.

Oleh NIKSON SINAGA
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI BPBD MANDAILING NATAL

Warga dibawa ke rumah sakit setelah menghirup gas beracun yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sorik Marapi di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin (5/1/2021). Lima warga tewas akibat kebocoran gas beracun itu.

PANYABUNGAN, KOMPAS — Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta agar penyelidikan tentang bocornya gas beracun di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sorik Marapi diusut tuntas. Kebocoran gas itu menyebabkan 5 warga meninggal, 29 dirawat di rumah sakit, dan lebih dari 200 warga mengungsi.

”Sebelum kejadian kebocoran gas beracun, pada 18 Januari, saya sudah minta jajaran saya memeriksa pembuangan limbah PLTP karena ada keluhan warga, tetapi tidak diizinkan oleh perusahaan karena katanya itu wewenang pemerintah pusat,” kata Dahlan, Selasa (26/1/2021).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Aufrida Wismi Warastri
Bagikan
Memuat data..