logo Kompas.id
NusantaraDi Balik Kebaikan Peternak Bebek

Di Balik Kebaikan Peternak Bebek

Sebuah peristiwa pada 23 November 2020 menyentak perhatian warga desa kecil di Lampung Tengah. Seorang warga yang selama ini dikenal sebagai peternak bebek ternyata teroris yang buron selama belasan tahun.

Oleh VINA OKTAVIA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/VINA OKTAVIA

Dua warga melihat kondisi bungker di rumah tersangka teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Desa Sri Bawono, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Sabtu (19/12/2020). Ruang tersebut diduga digunakan pelaku saat merakit dan mencoba senjata api.

Warga Desa Sri Bawono, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, tidak lagi menemukan telur bebek dari peternak langganan di desa itu. Peternak bebek itu tidak lagi tinggal di desa tersebut sejak ditangkap aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

”Biasanya dia menjual telur bebek kepada warga sini. Kalau bebeknya dipotong sendiri, dijual ke warung-warung makan. Pembeli juga kadang datang langsung ke rumahnya,” ujar Miran (70), warga setempat.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohamad Final Daeng
Memuat data..