logo Kompas.id
NusantaraMenangis di Hulu, Menjerit di Hilir

Menangis di Hulu, Menjerit di Hilir

Industri rotan nasional membutuhkan perhatian. Tata niaga dari hulu ke hilir dinilai banyak pelakunya masih jauh dari ideal. Padahal, rotan potensial menjadi salah satu komoditas unggulan bangkit dari pandemi.

Oleh Dionisius Reynaldo Triwibowo/Abdullah Fikri Ashri
· 1 menit baca
Memuat data...

Pekerja merapikan rotan yang telah dibelah di kawasan industri kluster rotan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (29/5/12). Pemerintah berencana membangun sentra-sentra pengolahan rotan menjadi mebel dan kerajinan lain di luar Jawa, khususnya di daerah penhasil rotan seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Industri rotan negeri ini seperti benang kusut. Di hulu, nasib petani rotan memilukan. Sementara industri di hilir, pelakunya terjerat sulitnya bahan baku. Komoditas ekspor menjanjikan ini pun merosot meski Indonesia kaya rotan.

Puluhan tahun hidup dari rotan, Aji Bahar (58) kini menjauh dari komoditas itu. Rendahnya harga rotan membuat petani asal Katingan, Kalimantan Tengah, ini gigit jari. Harga rotan hanya Rp 1.300 per kilogram. Padahal, lebih dari sedekade lalu, harganya Rp 7.500-Rp 10.000 per kg.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Memuat data..