logo Kompas.id
NusantaraPrioritaskan Perlindungan Warga Sipil

Prioritaskan Perlindungan Warga Sipil

Pembunuhan warga sipil oleh kelompok teroris MIT di Poso, Sigi, dan Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, tak boleh terjadi lagi. Aparat keamanan harus menjamin keamanan masyarakat.

Oleh VIDELIS JEMALI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/VIDELIS JEMALI

Anggota Brimob Polda Sulteng berjaga di jalan menuju Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara, Palu, Sulteng, Sabtu (23/3/2019), tempat tiga jenazah anggota Mujahidin Indonesia Timur.

PALU, KOMPAS — Terus jatuhnya korban warga sipil di sekitar daerah operasi keamanan di Sulawesi Tengah tidak boleh terjadi lagi. Operasi keamanan di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, dan Sigi harus memprioritaskan perlindungan warga sipil dalam pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya mereka.

”Ini sudah banyak pasukan turun dalam jangka waktu lama pula, sekitar lima tahun, tetapi masih saja warga sipil menjadi korban dari aksi biadab kelompok MIT (Mujahidin Indonesia Timur). Dengan segala kewenangannya, negara tak boleh lagi membiarkan warga sipil kembali menjadi korban di tangan sekelompok orang jahat,” kata peneliti Lembaga Pengembangan dan Studi Hak Asasi Manusia (LPS-HAM) Sulteng Moh Arfandy, di Palu, Minggu (29/11/2020).

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohamad Final Daeng
Bagikan
Memuat data..