logo Kompas.id
NusantaraAntisipasi Lonjakan Pengungsi, Dua Lokasi Tambahan Disiapkan di Magelang

Bebas Akses
GUNUNG MERAPI

Antisipasi Lonjakan Pengungsi, Dua Lokasi Tambahan Disiapkan di Magelang

Sejumlah titik pengungsian tambahan mulai disiapkan mengantisipasi bertambahnya jumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kapasitas tempat pengungsian dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Oleh PANDU WIYOGA
· 3 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga lereng Gunung Merapi yang mengungsi menempati tempat pengungsian di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/1020).

MAGELANG, KOMPAS — Sejumlah titik pengungsian tambahan mulai disiapkan mengantisipasi terus bertambahnya jumlah pengungsi erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Warga di lokasi aman juga siap membantu evakuasi hewan ternak milik warga terdampak.

Pendamping Desa Bersaudara Krinjing dan Deyangan, Priyo, Minggu (22/11/2020), mengatakan, saat ini titik pengungsian yang sudah digunakan baru Balai Desa Deyangan. Namun, kini warga mulai menyiapkan dua titik pengungsian lain di SMP Negeri 1 Kota Mungkid dan SMK Ma’arif Kota Mungkid.

”Di Desa Deyangan, total ada 13 titik pengungsian. Titik pengungsian itu sudah dihitung mampu menampung 754 warga tiga dusun di Desa Krinjing yang diperkirakan terdampak erupsi Merapi,” kata Priyo.

Mitigasi bencana erupsi Merapi di Kabupaten Magelang dirancang dengan konsep desa bersaudara. Konsep ini memasangkan desa di kawasan rawan bencana erupsi dengan desa yang berada di kawasan aman.

Misalnya, 116 jiwa dari tiga dusun di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, yang berjarak kurang dari 5 kilometer (km) dari puncak Merapi mengungsi ke Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, yang berjarak sekitar 30 km dari puncak Merapi. Untuk saat ini, warga yang telah mengungsi baru kaum rentan, yaitu warga lansia, ibu hamil, dan anak balita.

Baca juga: Pemkab Magelang Bersiap Hadapi Pengungsian Jangka Panjang

Memuat data...
KOMPAS/PANDU WIYOGA

Seorang warga menunjukkan lokasi pengungsian tambahan di SMK Ma'arif Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/11/2020).

”Jumlah titik pengungsian lebih banyak dari tahun sebelumnya karena ini masa pandemi Covid-19. Satu titik pengungsian hanya diisi 50 persen dari kapasitas asli agar pengungsi tetap bisa menerapkan jaga jarak,” ujar Priyo.

Warga dan pemerintah di Kabupaten Magelang menghadapi tantangan ganda dalam menyediakan lokasi pengungsian pada erupsi Merapi kali ini. Di masa pagebluk, pengungsian tak cukup sekadar menjadi tempat berlindung warga dari bencana, tetapi sekaligus menjadi tempat aman dari penularan Covid-19.

Jumlah titik pengungsian lebih banyak daripada tahun sebelumnya karena ini masa pandemi Covid-19. Satu titik pengungsian hanya diisi 50 persen dari kapasitas asli agar pengungsi tetap bisa menerapkan jaga jarak. (Priyo)

Pantauan di lapangan, 56 bilik di delapan ruang kelas SMP Negeri 1 Kota Mungkin telah selesai dipasang. Adapun di SMK Ma’arif Kota Mungkid sudah disiapkan 48 bilik di gedung mushala. Fasilitas ibadah, juga mandi, cuci, dan kakus sudah disiapkan.

”Kami hanya butuh waktu satu hari untuk menyiapkan tempat pengungsian, asalkan tripleks untuk biliknya sudah diberikan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ucap Priyo.

Baca juga: Aktivitas Warga di Dusun Teratas Lereng Merapi

Memuat data...
KOMPAS/REGINA RUKMORINI

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, saat ini ada sembilan pengungsian di empat desa aman yang berjarak lebih kurang 30 km dari puncak Merapi. Hingga 19 November, total pengungsi di Kabupaten Magelang mencapai 817 jiwa.

Menurut Edy, pihaknya juga mulai menyiapkan 87 pengungsian baru di wilayahnya untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya status Merapi menjadi Awas (Level IV). Sebanyak 87 pengungsian baru tersebut mampu menampung hingga 1.028 keluarga.

”Saat ini kami sedang menghitung jumlah keluarga di sana untuk menentukan kebutuhan bilik di pengungsian,” kata Edy, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Kabupaten Magelang Rancang Sistem Informasi Data Pengungsi Merapi

Memuat data...
KOMPAS/PANDU WIYOGA

Anak-anak pengungsi erupsi Gunung Merapi beristirahat di bilik pengungsian Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (11/7/2020).

BPBD juga tengah berkoordinasi dengan sembilan dusun di kawasan rawan bencana (KRB) III untuk menyiapkan kendaraan yang dibutuhkan saat evakuasi. Di sembilan dusun itu, diperkirakan masih ada 1.747 jiwa yang belum mengungsi.

Di setiap pengungsian, BPBD akan menempatkan maksimal 20 sukarelawan. Jumlah sukarelawan dibatasi untuk menekan risiko penyebaran Covid-19.

Baca juga: Protokol Kesehatan di Tempat Pengungsian Bencana Merapi Diperketat

Editor: Gregorius Finesso
Memuat data..