logo Kompas.id
NusantaraBertahan di Huntara, Waswas Menghadapi Bencana di Konawe Utara

Bertahan di Huntara, Waswas Menghadapi Bencana di Konawe Utara

Banjir bandang lebih dari setahun sudah berlalu. Namun, sampai kini, nasib 841 keluarga di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih tak menentu. Hidup di hunian sementara, menanti kapan pemerintah membangun rumah mereka.

Oleh SAIFUL RIJAL YUNUS
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Kondisi area pertambangan di daerah bukit Desa Tambakua, Langgikima, Konawe Utara, seperti terlihat pada Senin (5/8/2019). Tidak adanya pengawasan membuat perusahaan pertambangan sering melakukan pelanggaran.

KENDARI, KOMPAS — Banjir bandang sejak lebih dari setahun lalu membuat 841 keluarga di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, saat ini belum memiliki hunian tetap. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harus menetap di hunian sementara dengan situasi serba terbatas. Mereka berharap bisa hidup layak dan tidak waswas banjir yang hanya menambah sengsara itu datang kembali. 

Bersama empat orang keluarga dekatnya, Ahmad Badwin (50), Kepala Desa Tapuwatu, Asera, Konawe Utara, menetap di hunian sementara (huntara) yang dibangun sekitar 2 kilometer dari kampungnya. Rumah semipermanen dengan luas 5x6 meter itu menjadi tempat tinggalnya 5 bulan terakhir.

Editor: Hamzirwan Hamid
Bagikan
Memuat data..