logo Kompas.id
NusantaraDilalap Api, Ekosistem Mangrove di Pesisir Ambon Kian Tertekan

Dilalap Api, Ekosistem Mangrove di Pesisir Ambon Kian Tertekan

Kebakaran menyebabkan eksosistem mangrove di pesisir Kota Ambon, Maluku, kian tertekan. Hutan mangrove di Teluk Ambon terus berkurang akibat alih fungsi lahan berupa pembangunan tempat usaha dan permukiman.

Oleh FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca
Memuat data...
MOLUCCAS COASTAL CARE

Hutan mangrove di kawasan Lateri, Kota Ambon, Maluku, terbakar pada Jumat (30/10/2020).

AMBON, KOMPAS — Ekosistem mangrove di pesisir Kota Ambon, Maluku, kian tertekan akibat alih fungsi lahan, sampah, sedimen, dan kini dilalap api. Luasan hutan mangrove hanya tersisa lebih kurang 33 hektar. Hal ini menyebabkan pertahanan pesisir di daerah yang memiliki rekam jejak tsunami pada masa lalu itu kian rapuh. Ketegasan pemerintah daerah sangat menentukan.

Menurut informasi yang dihimpun Kompas pada Jumat (30/10/2020), sebagian tanaman mangrove di kawasan Lateri, Kota Ambon, terbakar. Itu diduga berawal saat karyawan dari salah satu rumah makan membakar tumpukan sampah di areal mangrove. Sampah yang dibakar itu merupakan buangan dari rumah makan.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohamad Final Daeng
Bagikan
Memuat data..