logo Kompas.id
NusantaraTenaga Kerja Asing Jadi Buruh Kasar di Perusahaan Pengolah Nikel

Tenaga Kerja Asing Jadi Buruh Kasar di Perusahaan Pengolah Nikel

Tenaga kerja asing terus masuk ke Indonesia, termasuk ke Sulteng. Disebutkan banyak dari mereka yang bekerja sebagai buruh kasar, terutama pada saat pengerjaan konstruksi pabrik pengolahan mineral.

Oleh VIDELIS JEMALI
· 1 menit baca

PALU, KOMPAS — Tenaga kerja asing terus masuk ke Indonesia. Mereka dilaporkan bekerja sebagai buruh kasar. Pemerintah diminta tetap mengutamakan tenaga kerja lokal.

Di Sulawesi Tengah, tenaga kerja asing (TKA) dari China diketahui banyak bekerja di pabrik pemurnian logam. ”Berdasarkan laporan dari kawan-kawan di lapangan, pola mereka (tenaga kerja asing) pada awalnya bekerja sebagai buruh kasar. Ada yang jadi helper, gali got atau drainase, dan bawa alat berat. Lalu, pelan-pelan ada yang naik posisinya. Jadi, pekerjaan-pekerjaan itu sebenarnya tak membutuhkan keterampilan khusus yang artinya bisa dikerjakan tenaga lokal,” kata Sekretaris Front Nasional Pejuang Buruh Indonesia (FNPBI) Sulawesi Tengah Jois A Laota di Palu, Sulteng, Kamis (22/10/2020).

Memuat data...
KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN

Sejumlah pekerja mengawasi proses produksi stainless steel di Kawasan Industri Morowali di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin 28/1/2019).

Editor: Siwi Yunita
Bagikan
Memuat data..