logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊBatik Kriyan, dari Kepompong...
Iklan

Batik Kriyan, dari Kepompong Menuju Kupu-kupu

Selama canting perajin bergerak, pasti ada jalan. Saatnya sekarang menjadi kepompong, berdiam dulu tapi tetap berkarya. Lalu, nanti terbang jadi kupu-kupu.

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/6OSVqOjl0hSqj6s4OkSqAbpExRg=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F10%2Fbc65b114-8f89-4918-8b84-aabd0f9d0882_jpg.jpg
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Perajin Batik Story Kriyan menggelar makan bersama untuk merayakan Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2020), di RW 017 Kriyan, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Meskipun pandemi Covid-19, perajin yang merupakan ibu rumah tangga hingga anak putus sekolah ini tetap berkarya.

Pandemi Covid-19 adalah masa menjadi kepompong, menyelimuti diri dengan karya. Kelak, ketika menjelma kupu-kupu, banyak orang menikmati keindahannya. Beginilah cara perajin Batik Story Kriyan menghadapi wabah yang menghantam hampir semua sektor, termasuk industri batik.

Ketika usia Batik Story Kriyan (BSK) baru dua tahun, pandemi Covid-19 datang. Berbagai rencana pameran hingga festival batik batal. Namun, organisasi asal Kota Cirebon, Jawa Barat, yang terbentuk atas bantuan Korea Arts and Culture Education Service (KACES) ini tidak patah semangat.

Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Bagikan