logo Kompas.id
NusantaraPadamnya Api Abadi Mrapen Diduga akibat Aktivitas Pengeboran Tanah

Padamnya Api Abadi Mrapen Diduga akibat Aktivitas Pengeboran Tanah

Berkisar 150-200 meter dari titik api abadi Mrapen memang ada semburan gas bercampur air pada September lalu. Gas diduga bermigrasi. Ahli meyakini, gas masih melimpah dan bisa dialirkan ke Mrapen.

Oleh ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
Memuat data...

Sejumlah biksu mengambil Api Dharma dengan obor dari api abadi Mrapen di Grobogan, Jawa Tengah, Senin (1/6). Prosesi pengambilan api abadi merupakan rangkaian ritual menjelang hari raya Waisak yang jatuh pada Selasa (2/6). Api tersebut kemudian akan disimpan di Candi Mendut dan keesokan harinya dibawa ke Candi Borobudur.

GROBOGAN, KOMPAS — Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, padam sejak Jumat (25/9/2020). Ketiadaan suplai gas diduga menjadi penyebab. Salah satunya terkait aktivitas pengeboran oleh warga untuk mencari sumber air yang memicu semburan gas di sekitar lokasi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Kota Semarang, Jumat (2/10/2020), mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng untuk meninjau dan mengkaji apakah memang ada pengaruh aktivitas di sekitar lokasi dengan padamnya api Mrapen.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Gregorius Finesso
Bagikan
Memuat data..