logo Kompas.id
NusantaraPerusahaan dan Pemprov Dituntut Transparan Terkait Pekerja Asing di Sultra

Perusahaan dan Pemprov Dituntut Transparan Terkait Pekerja Asing di Sultra

Pemeriksaan dokumen dan keahlian para pekerja asal China di Sultra harus dilakukan sebagai bagian verifikasi lapangan. Pemerintah juga dituntut transparan dan mengevaluasi berbagai permasalahan selama ini.

Oleh SAIFUL RIJAL YUNUS
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS

Pekerja asal China memasuki mobil penjemput saat tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Selasa (23/6/2020) malam.

KENDARI, KOMPAS — Pemeriksaan awal terhadap 156 tenaga kerja asing China yang tiba di Sulawesi Tenggara telah dilakukan. Namun, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui detail dokumen hingga keahlian pekerja tersebut. Pemerintah juga dituntut transparan dan mengevaluasi berbagai permasalahan selama ini.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Kendari, Hariman Satria, Kamis (25/6/2020), menilai, penolakan terhadap kedatangan tenaga kerja asing yang sekarang terjadi hanya puncak gunung es dari semua permasalahan selama ini. Hal itu akibat tidak adanya transparansi dari perusahaan juga pemerintah terkait penggunaan tenaga kerja asing di Sultra.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohamad Final Daeng
Bagikan
Memuat data..