logo Kompas.id
NusantaraPolisi Ungkap Pemalsuan Surat Keterangan Kesehatan, Warga Diimbau Mengurus secara Legal

Polisi Ungkap Pemalsuan Surat Keterangan Kesehatan, Warga Diimbau Mengurus secara Legal

Jajaran Polda Bali menangkap tujuh orang terkait pemalsuan dan penjualan surat keterangan kesehatan palsu kepada calon penumpang yang akan keluar Bali. Masyarakat diimbau agar mengurus syarat perjalanan itu secara legal.

Oleh COKORDA YUDISTIRA M PUTRA
· 0 menit baca
Memuat data...
ISTIMEWA/BIDANG HUMAS POLDA BALI

Jajaran Polda Bali di Kabupaten Jembrana mengungkap kasus pemalsuan surat keterangan kesehatan dan menangkap tujuh tersangka. Dari siaran pers Polda Bali, Jumat (15/5/2020), tujuh orang tersangka pemalsu dan penjual surat keterangan kesehatan palsu itu ditangkap secara terpisah pada Kamis (14/5). Polisi juga menyita barang bukti terkait kasus pemalsuan itu.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Swetta Pandia
Memuat data..