logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊMenilik Jejak Calon Arang Si...
Iklan

Menilik Jejak Calon Arang Si Penebar Wabah

Isuk loro sore mati, sore loro isuk mati. Pagi sakit sore meninggal, sore sakit pagi meninggal. Begitu kira-kira gambaran saat Calon Arang menebar teluh berupa penyakit kepada rakyat Kahuripan pada abad XI.

Oleh
DEFRI WERDIONO
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/VgTmp2ZhCLoIyqf_7qTkwlj8IRY=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2FSitus-Calon-Arang_89202289_1589292049.jpg
KOMPAS/DEFRI WERDIONO (WER) 05-05-2020

Akses menuju Situs Calon Arang yang berada di persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pekan lalu, masih ditutup dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 oleh pihak desa. Dalam kondisi normal, situs yang memiliki nama lain Nateng Girah atau Situs Sukorejo ini kerap dikunjungi orang dari luar daerah.

Isuk loro sore mati, sore loro isuk mati. Pagi sakit sore meninggal, sore sakit pagi meninggal. Begitu kira-kira gambaran saat Calon Arang menebar teluh berupa penyakit kepada rakyat Kahuripan pada abad XI. Cerita itu ditulis 300 tahun kemudian pada era Majapahit dalam Serat Calon Arang.

Pandemi Covid-19 seakan kembali mengingatkan sebagian orang pada sosok janda dari Desa Girah itu. Calon Arang akhirnya tewas di tangan Empu Baradah, yang diminta Airlangga mengalahkannya.

Editor:
kompascetak
Bagikan