logo Kompas.id
NusantaraWarga Hutan Memetik Berkah...
Iklan

Warga Hutan Memetik Berkah Karbon di Kala Pandemi Covid-19

Pengelolaan hutan ”zero carbon” di Hutan Lindung Bujang Raba, Kabupaten Bungo, menarik perhatian dunia. Lewat skema pasar karbon sukarela, masyarakat di pinggir hutan lindung itu memperoleh dana Rp 1 miliar.

Oleh
IRMA TAMBUNAN
· 3 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/SHa0MH8VYayWLuOQ3atx5lvCT0Y=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F01%2Fkompas_tark_10959658_67_0.jpeg
KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Desa Lubuk Beringin di Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, menjaga kelestarian Hutan Lindung Rantau Bayur dan Bukit Panjang, Kamis (1/3/2012). Ini untuk mengantisipasi desa mereka dari bencana lingkungan seperti pernah terjadi banjir tahun 1990-an.

Pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian global turut membayangi kehidupan masyarakat lokal. Hasil pertanian dan perkebunan terpuruk hingga titik terendah. Di tengah krisis yang melanda, sekelompok masyarakat di Bungo, Jambi, bernapas lega oleh kucuran dana bernilai Rp 1 miliar dari hasil menjaga karbon di hutan.

Sejak merebaknya pandemi korona, pabrik-pabrik pengolahan karet di Jambi mandek beroperasi. Kondisi itu menjatuhkan harga getah karet di wilayah Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi. Petani hanya bisa menjual Rp 4.000 hingga 5.000 per kilogram. Harga jatuh 50 persen dari kondisi pada akhir tahun lalu.

Editor:
hamzirwan
Bagikan