logo Kompas.id
NusantaraTerjebak di Depan Kuburan dan Dikira Intelijen

Terjebak di Depan Kuburan dan Dikira Intelijen

Cerita wartawan Kompas saat meliput pertambangan ilegal di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Mobilnya mogok di depan kuburan tua dan tidak ada warga yang mau menolong karena dikira intelijen polisi.

Oleh EMANUEL EDI SAPUTRA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRA

Lubang bekas pertambangan tanpa izin di Dusun Bonglitung, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (13/3/2014). Pertambangan tanpa izin itu membuat warga setempat kehilangan sumber air bersih karena sumber air tercemar.

Wartawan Kompas Emanuel Edi Saputra meliput pertambangan ilegal di pedalaman Kalimantan Barat dan dihadapkan pada hal tidak terduga. Dia terjebak di depan kuburan pada tengah malam yang sepi karena kehabisan bahan bakar. Kesialan bertambah saat tidak ada warga yang mau membantu karena dikira intelijen polisi. Berikut ini ceritanya.

Sekitar tahun 2014, seusai liputan budaya dan konflik tenurial di Kabupaten Landak, sekitar 300 km dari Pontianak ibu kota Kalimantan Barat, saya berencana ingin melanjutkan liputan ke daerah Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang. Di Monterado terdapat pertambangan emas. Emas di sana sudah digarap sejak ratusan tahun silam, sekitar tahun 1700-an pada masa Kongsi Pertambangan China.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Emilius Caesar Alexey
Memuat data..