logo Kompas.id
NusantaraBertumbangan karena Kebakaran Gambut Tanpa Solusi

Bertumbangan karena Kebakaran Gambut Tanpa Solusi

Kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera mengisahkan kegetiran dan kepedihan warga, termasuk anak-anak balita. Berulang setiap tahun, hampir tak ada solusi permanen.

Oleh IRMA TAMBUNAN/RHAMA PURNA JATI
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/IRMA TAMBUNAN

Sari (36) menemani putrinya, Aisyah (4), yang terbaring lemah dirawat salah satu rumah sakit di Kota Jambi, Sabtu (21/9/2019). Aisyah mengalami diare dan konjungtivitis alias iritasi mata akibat paparan asap karhutla yang melanda rumah mereka di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Tahun lalu terasa paling memilukan bagi keluarga Sari (37). Kebakaran gambut yang memicu pekatnya kabut asap di desa memaksa seluruh keluarga itu mengungsi.

Sari ingat betul, kebakaran dahsyat menerjang desanya, Muara Sabak Barat, Tanjung Jabung Timur, Jambi, September 2019. Api mengepung sebagian areal perkebunan sawit dan akasia. Tak hanya kebun warga, lahan korporasi pun membara. Gara-gara musibah itu, kedua anaknya diopname di rumah sakit akibat peradangan selaput mata.

Editor: Gesit Ariyanto
Bagikan
Memuat data..