logo Kompas.id
NusantaraHuntara Bagi Korban Gempa Ambon Batal Dibangun

Huntara Bagi Korban Gempa Ambon Batal Dibangun

Pemerintah Provinsi Maluku memutuskan untuk membatalkan rencana pembangunan hunian sementara bagi korban gempa di daerah itu. Proses pemulihan pascagempa langsung difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

Oleh FRANSISKUS PATI HERIN
· 1 menit baca

AMBON, KOMPAS - Pemerintah Provinsi Maluku memutuskan untuk membatalkan rencana pembangunan hunian sementara bagi korban gempa di daerah itu. Proses pemulihan pascagempa langsung difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi. Langkah tersebut dianggap lebih efektif dan efisien. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan mendukung apapun keputusan daerah.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno di Ambon, Rabu (9/10/2019) mengatakan, berdasarkan pertimbangan pemerintah daerah termasuk mendengarkan masukan dari pengungsi, pembangunan hunian sementara (huntara) dianggap terlalu lama dan membuang-buang waktu. "Jadi sebaiknya langsung saja bangun dan perbaiki rumah yang rusak. Masyarakat berharap secepatnya," ujarnya.

Memuat data...
KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERIN

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal Doni Monardo memberikan keterangan pers terkait gempa di Ambon pada Rabu (9/10/2019)

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Swetta Pandia
Bagikan
Memuat data..