logo Kompas.id
β€Ί
Nusantaraβ€ΊCakupan Kesehatan Universal...
Iklan

Cakupan Kesehatan Universal Jatim Belum Optimal

Cakupan kesehatan universal sebagai bagian dari pembangunan nasional di bidang kesehatan di Jawa Timur belum optimal. Hal itu tecermin dari jumlah kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat di Jatim yang jauh lebih rendah dibandingkan jumlah kepesertaan secara nasional.

Oleh
RUNIK SRI ASTUTI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/-DSq-ZSjxphsBI0dDQwLf2n815o=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190710-foto-bpjs-kesehatan1_1562761667.jpg
KOMPAS/RUNIK SRI ASTUTI

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah pada acara sosialisasi JKN-KIS di Sidoarjo, Rabu (10/7/2019).

SIDOARJO, KOMPAS β€” Cakupan kesehatan universal sebagai bagian dari pembangunan nasional di bidang kesehatan di Jawa Timur belum optimal. Hal itu tecermin dari jumlah kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat di Jatim yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kepesertaan secara nasional.

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Kantor Wilayah Jatim, dari 40,3 juta jiwa penduduk, yang terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebanyak 28,7 juta jiwa atau sebesar 72 persen. Jumlah kepesertaan di Jatim masih di bawah jumlah kepesertaan JKN-KIS secara nasional yang menembus 88 persen atau sekitar 222 juta peserta.

Editor:
agnespandia
Bagikan