logo Kompas.id
NusantaraPengelolaan Sampah Mandiri Butuh Regulasi

Pengelolaan Sampah Mandiri Butuh Regulasi

Pemilahan sampah secara mandiri oleh warga menjadi solusi mengurangi sampah perkotaan. Namun, membangun kesadaran tersebut butuh regulasi yang mengikat, sehingga masyarakat bersedia mengupayakan pemilahan sampah mulai dari rumah.

Oleh MACHRADIN WAHYUDI RITONGA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/ SAMUEL OKTORA

Pengelola Bank Sampah Kujang Ngahiji di lingkungan RW 006, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat sedang memilah sampah non organik yang disetor oleh nasabah sebelum dijual ke pengepul, Sabtu (16/2/2019). Pengelola bank sampah ini semuanya kalangan ibu rumah tangga.

BANDUNG, KOMPAS – Pemilahan sampah secara mandiri oleh warga menjadi solusi mengurangi sampah perkotaan. Namun, membangun kesadaran tersebut butuh regulasi yang mengikat, sehingga masyarakat bersedia mengupayakan pemilahan sampah mulai dari rumah.

Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) David Sutasurya, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7/2019), mengatakan, Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang diharapkan bisa menjadi Zero Waste Cities, yaitu kota dengan penerapan pengelolaan sampah mandiri. Sistem ini membutuhkan kebiasaan pemilahan sampah dari sumbernya di masyarakat.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Gregorius Finesso
Memuat data..