logo Kompas.id
NusantaraTruk Mogok, Kereta Terlambat Delapan Jam

Truk Mogok, Kereta Terlambat Delapan Jam

Oleh
· 3 menit baca

CIREBON, KOMPAS — Penumpang kereta di lintas utara Pulau Jawa pada hari Minggu (15/10) mengalami keterlambatan perjalanan hingga berjam-jam. Akar persoalannya adalah sebuah truk tronton yang mogok di pelintasan sebidang di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Truk tronton itu mogok Minggu pukul 01.25, di pelintasan kereta api Kilometer 109 + 3/4 antara Stasiun Pringkasap-Pasirbungur, Subang. Truk pengangkut derek (crane) bernomor polisi B 9598 UIV ini tiba-tiba terhenti saat melintasi rel kereta api.Deddy Herlambang, penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang naik di Semarang, mengeluhkan lambatnya evakuasi. "Seharusnya, saya tiba di Jakarta pukul 05.00. Namun, nyatanya sampai pukul 13.00. Ini keterlaluan," ujar Deddy.Menurut Deddy, pemerintah daerah seharusnya juga memastikan kendaraan yang bermuatan lebih tidak melintasi pelintasan sebidang yang bukan jalan nasional. "Saya sampai harus menjadwal ulang pekerjaan saya karena terlambat sampai Jakarta," ujar Deddy, yang juga peneliti di Institut Studi Transportasi. Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, "Seharusnya, kendaraan besar tidak melalui pelintasan sebidang. Kalau begini, yang dirugikan penumpang". Djoko bahkan mengusulkan agar pelintasan sebidang yang rawan kecelakaan dan menghambat perjalanan kereta ditutup. Pemerintah perlu memikirkan alternatif seperti jalan layang. "Truk lewat situ karena lebih cepat dibandingkan jalan nasional. Padahal, pelintasan sebidang ini tidak sesuai untuk kendaraan besar. Buktinya, tronton tidak mampu lewat," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon, KrisbiyantoroMohon maafAkibatnya, lanjut Krisbiyantoro, tercatat keterlambatan 21 perjalanan kereta api yang menuju Jawa Timur dan Jakarta. "Meskipun penyebabnya faktor eksternal, kami tetap memohon maaf sebesar-besarnya kepada penumpang dan calon penumpang," ujarnya.Keterlambatan terjadi karena menunggu evakuasi truk dari jalur pelintasan. Setelah truk disingkirkan dengan alat berat dari Pabrik Gula Subang, kereta api baru dapat melintas pukul 10.10, atau sekitar 9 jam sejak tronton mogok. "Kami sudah berupaya keras untuk evakuasi. Kami punya kereta api pengangkut material di Stasiun Cirebon, tetapi tidak mampu mengangkut tronton. Jadi, kami pinjam dari pabrik gula," ujar Krisbiyantoro. Senada dengan Djoko, Krisbiyantoro mengatakan, pemerintah daerah harus mengevaluasi pelintasan sebidang. "Kalau diperlukan, ya, sebaiknya ditutup," ujarnya. Di Daop 3 Cirebon terdapat 121 pelintasan sebidang yang tidak dijaga dan 20 pelintasan liar. Lintas kereta di wilayah PT KAI Daop 3, yang membentang dari Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat hingga Kota Tegal, Jawa Tengah, itu juga salah satu lintas terpadat. (IKI)

Editor:
Bagikan