logo Kompas.id
NusantaraBelum Ada Hutan Adat yang...

Belum Ada Hutan Adat yang Diserahkan ke Masyarakat Kalimantan Tengah

Oleh
DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Brhcf3Cy03eiVfrRRLhok5WDrsQ=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2017%2F02%2F413774_getattachmente4b9efaf-d9e0-482b-a3c2-830baaecfbd1405162.jpg
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Kepala Badan Restorasi Gambut RI Nazir Foead berjalan di jembatan kayu di lahan PT Hutan Amanah Lestari (HAL), perusahaan pemegang izin restorasi ekosistem, di Desa Kelanis, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Senin (30/1). Di lokasi tersebut PT HAL bersama Universitas Muhammadiyah Palangkaraya memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan lahan bekas terbakar untuk mendorong hasil hutan bukan kayu agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

PALANGKARAYA, KOMPAS — Pemerintah didesak untuk memenuhi hak dan akses masyarakat adat terhadap hutan adat. Dari target 1,7 juta hektar perhutanan sosial di Kalimantan Tengah, ternyata belum ada 1 hektar pun hutan adat yang diserahkan kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah Dimas Novian Hartono mengatakan, pemerintah daerah belum memiliki kemauan untuk mendorong terbentuknya hutan adat di Kalimantan Tengah. Hal itu dinilai sangat mengkhawatirkan karena kawasan hutan terus menipis. ”Mereka selama ini hidup dari hutan adat yang semakin lama semakin tergerus oleh perkebunan dan konversi lainnya. Selama tidak ada pengakuan secara legal dari pemerintah, masyarakat adat tidak bisa mengelola hutannya untuk hidup,” tutur Dimas di Palangkaraya, Senin (16/10).

Editor:
Bagikan